Langsung ke konten utama

Peran Pendidikan Kewarganegaraan dan Lunturnya Rasa Nasionalisme

 


Lunturnya rasa kebangsaan dan cinta tanah air tidak terjadi dengan seketika. Hal ini merupakan akumulasi dari beberapa faktor yang kemudian memberikan imbas yang mengkhawatirkan dalam konteks nilai nasionalisme bangsa Indonesia. Beberapa faktor yang cukup besar perannya berkontribusi dalam tergerusnya nilai nasionalisme sejatinya dapat dibagi dalam dua kategori utama, yaitu faktor internal dan faktor ekternal.

Sebab Internal

Faktor internal adalah faktor yang datang dalam dari dalam bangsa sendiri. Contohnya dari faktor ini misalnya adalah;

1. Ideologi Negara yang Bersifat Dogmatif

Nilai-nilai yang diajarkan dalam ranah pendidkan ideologi negara cenderung dihapal saja dan tidak ada kontrol yang serius dalam proses implementasinya. Artinya, generasi muda hanya dijejali kepahaman yang dangkal tentang ideologi bangsa. Sementara dalam praktik atau pengamalan dalam kehidupan sehari-hari, ideologi seringkali tidak lagi mendapat perhatian yang cukup.

2. Rendahnya Pemahaman terhadap Nilai Sejarah

Sejarah adalah sesuatu yang penting karena ia adalah bagian paling menentukan dari identitas sebuah bangsa. Ini menjadi menarik ketika pembelajaran mengenai sejarah dari tingkat SD hingga SMA terus dilakukan, namun hanya sedikit dari nilai-nilai historis ini yang kemudian membekas dalam ingatan siswa. Alih-alih dapat mereka implementasikan dalam kehidupan mereka sebagai bagian penting dari negara.

3. Ketidakpuasan Terhadap Pemerintah

Ada banyak problem bangsa yang membuat rakyat kehilangan trust mereka kepada pemerintah. Korupsi yang merajalela, wacana supremasi hukum yang cenderung mandul, keadilan sosial yang penuh  retorika, dan lain sebagainya. Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah ini berimbas pula pada rasa nasionalisme mereka dalam batasan-batasan tertentu.

4. Praktik Nasionalisme yang Sebatas Formalitas

Nasionalisme yang nyata sejatinya tidak benar-benar dapat dilihat dari sekedar ceremonial dan ritualitas belaka. Upacara bendera di hari Senin, peringatan Hari Pahlawan, Kesaktian Pancasila, dan lain sebagainya terasa hanya sebatas formalitas semata. Padahal nilai-nilai nasionalisme yang sejati tidak dapat dipetik dengan efektif melalui ritulitas semacam itu saja.

5. Rendahnya Pemahaman terhadap Nilai-nilai Pancasila

Banyak orang yang mengartikan pancasila sebagai dasar negara dan lambang negara saja. Dan hanya sebatas itu. Ini menjadi miris karena yang paling penting dari pancasila sebagai ideologi bangsa itu adalah nilai yang terkandung didalamnya dan bukan hanya simbolik yang hadir dalam bentuk burung garuda dan lima sila yang dihafalkan. Falsafah negara seyogyanya hadir dalam kehidupan rakyat dan tercermin melalui kinerja pemerintah. Dan nampaknya ini yang belum ada di Indonesia.

Sebab Ekternal

Di samping sebab internal, ada pula penyebab eksternal dekadensi nasionalisme di Indonesia. Penyebab yang paling dominan tentu saja adalah globalisasi dan modernisasi.

Globalisasi memungkinkan akses yang sangat besar terhadap informasi apa pun dari seluruh penjuru dunia. Hal ini baik dalam hal pengetahuan, wawasan, dan jendela terhadap situasi global. Namun pada sisi yang sama, hal ini juga memiliki kontribusi yang besar menurunkan tingkat interaksi masyarakat dengan bangsanya sendiri.

Ideologi dan nilai-nilai spiritual dapat tergerus karena dampak globalisasi, budaya dapat menjadi luntur, bahkan dalam jangka waktu yang mungkin tidak begitu lama identitas sebagai bangsa dan negara pun dapat luntur karena pengaruh modernisasi dan globalisasi.

Sudah Efektifkah Pendidikan Kewarganegaraan?

Berat untuk mengatakannya, tapi saya berpendapat bahwa pendidikan kewarganegeraan masih belum dapat dikatakan berhasil.

Pendidikan kewarganegaraan bukan tentang IPK tinggi atau berhasil menjawab semua  pertanyaan kebangsaan dengan jawaban yang brilian. Ini tentang pengejawantahan hasilnya dalam kehidupan sehari-hari. Kesuksesan Pendidikan Kewarganegaraan barometernya adalah bagaimana nilai-nilai nasionalisme memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara dalam lintas bidang apa pun.

Kebijakan ekonomi, kebijakan politik, kebijakan militer, kebijakan pariwisata dan budaya, dan lain sebagainya akan menjadikan unsur nasionalisme sebagai pilar utamanya. Ketika ini terjadi dan berdampak pada kehidupan masyarakat yang sesuai dengan cita-cita bangsa yang tertuang dalam pancasila dan UUD 1945, barulah kita dapat mengatakan bahwa pendidikan Kewarganegaraan telah berhasil mencapai tujuannya.

 Note: Artikel ini ditulis oleh Anton Sujarwo, mahasiswa semester II Universitas Terbuka. 

Referensi:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 TYPES OF MOST POPULAR STORY ENDING IN NOVEL WRITING

In writing novels, short stories, romances or any literary works of fiction, there are at least 6 types of story endings that are the most popular. You can easily find these 6 types of endings in many extraordinary works, both by Indonesian and international writers. So, what are the 6 types of story endings and how do you write them? The 6 Most Common Types of Story Ending in Novel, Short Story and Movies www.penulisgunung.id When talking about the types of endings for films, novels or any story, there are at least 10 types of endings that can be practiced. However, if this number is narrowed down again as the most popular type of story ending, then there are only six types of endings that are commonly practiced. Ending is the final chapter of the story where the writer closes the story they tell. As an ending, the ending should be able to answer the various problems presented in the story. Interestingly, in practice the ending itself is not the case. Some endings may answer...

PLOT TWIST MEANING; TYPES, EXAMPLES AND HOW TO WRITE

Plot twist is a way of creating a surprise effect in the story line. That is a simple notion of plot twist and may be understood by many people. However, if explored further, the plot twist of course is not only that simple. So, what is a plot twist, what are the types of plot twists and examples? Definition of Plot Twist and Types of Plot Twist and Examples in Stories So, what is a plot twist? Before we answers what a plot twist is and complete examples, I might invite you to fantasize a little and recall some of the novels, short stories, films or TV series that you have watched. The instructions are; Remember one of those stories where you found a completely different storyline than you thought. If, for example, you think the story line will run like A, B, C and D. in reality, the story will run as X, Y, Z and so on. Now remember the storyline and let me invite you to understand the meaning of plot twist in a more complete way. Definition of Plot Twist Photo source:...

FANTASY STORY MEANINGS; TYPES AND HOW TO WRITE IT

www.penulisgunung.id So, what exactly is a fantasy story? In simple terms, the notion of fantasy stories can be defined as stories that are purely about human imagination and fantasy. With this definition, the special feature of fantasy stories is that they cannot occur in the real world because of their purely imagination. However, the reality is not always the case because, there are also types of fantasy stories that take the setting, plot and characters from real life. Well, this time I will invite you to know more about the meaning of fantasy stories, types, and also a simple way to write them. Definition of Fantasy Story In a simple way, the notion of fantasy story is a story that raises the theme of the imaginary world of humans which is closely related to the occult. The easiest example to understand fantasy stories is by looking at the various fantasy characters that have been very popular until now. So, what are the characters of the fantasy story? You can menti...